Apa itu Kurikulum?
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Adapun pembahasan saya pada kali ini yaitu
mengenai "Kurikulum". Apa itu kurikulum? Kurikulum adalah alat yang digunakan
untuk menggapai tujuan pendidikan dan sebagai acuan didalam pelaksanaan pendidikan. Kurikulum merupakan jantung dari Pendidikan. Kesuksesan pendidikan
banyak terletak pada keberhasilan kurikulum, mulai dari perencanaan hingga
pelaksanaan dan penilaiannya. Maka, untuk menjamin kesuksesan kurikulum perlu
adanya pengelolaan yang tepat dan sistematis. (Lismina, 2019: 1)
Mengenai definisi kurikulum, kurikulum
memiliki banyak pengertian yang dikemukakan oleh para ahli pengembangan
kurikulum sejak dulu hingga sekarang ini. Pengertian tersebut berbeda-beda
sesuai dengan pola pikir dan pandangan para ahli tersebut, yang selanjutnya
akan kita bahas lebih rinci lagi mengenai definisi kurikulum.
Dilihat dari
segi bahasa, kurikulum berasal dari bahasa Latin yakni dari kata
Curriculae, artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Pada
masa itu, pengertian kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh
oleh peserta didik yang bertujuan untuk mendapatkan ijazah. Ketika sudah
menempuh suatu kurikulum, peserta didik dapat memperoleh suatu ijazah atau
bukti bahwa peserta didik tersebut menempuh kurikulum yang berupa rencana
pelajaran, seperti seorang pelari yang telah menempuh suatu jarak dari satu
tempat ketempat lainnya dan mencapai finish. Dengan istilah lainnya yaitu
kurikulum dianggap sebagai jembatan untuk mencapai titik akhir dari suatu
perjalanan serta ditandai dengan perolehan suatu ijazah tertentu. (Lismina,
2019: 2)
Di Indonesia istilah kurikulum baru saja
popular sejak tahun lima puluhan. Sekarang istilah kurikulum telah dikenal
orang diluar dunia pendidikan. Sebelumnya yang lazim adalah “rencana
pelajaran”. Namun pada dasarnya kurikulum sama artinya dengan rencana
pelajaran.
Adapun dari segi istilah, didalam UU RI No.
20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 ayat 19 (UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang
Sisdiknas pasal 1 ayat 9) dikatakan
bahwa kurikululum ialah seperangkat renccana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan
tertentu. Kurikulum merupakan program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan (sekolah) bagi siswa. Dan berdasarkan program pendidikan tersebut
peserta didik malakukan berbagai kegiatan belajar yang dapat mendorong
pertumbuhan dan perkembangan peserta didik
sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. (Lismina, 2019:
2-3)
Menurut para ahli diantaranya L. Thomas
Hopkins mendifinisikan kurikulum adalah rencana yang disusun oleh semua orang
yang sangat peduli dengan anak-anak selama mereka disekolah. Kurikulum harus
sefleksibel kehidupan. Kurikulum mewakili pembelajaran yang diterima, dipilih
dan digabungkan oleh setiap anak kedirinya sendiri dalam bertindak.
Menurut Hilda Taba, kurikulum adalah rencana untuk
belajar, oleh karena itu, apa yang diketahui tentang proses pembelajaran dan
perkembangan individu telah mempengaruhi pembentukan kurikulum. (Pratiwi
Bernadetta Purba, dkk, 2021 :2-3)
Sedangkan menurut Langgulung, kurikulum adalah sejumlah
pengalaman Pendidikan, kebuadayaan, sosial, olahraga dan kesenian yang
disediakan oleh sekolah untuk peseta didik didalam dan diluar sekolah dengan maksud dapat menolongnya supaya dapat
berkembang menyeluruh dalam segala segi dan merubah tingkah laku mereka kearah
tujuan pendidikan. (Lismina, 2019: 5)
Hasan, mengelompokkan definisi kurikulum
menjadi empat dimensi, yaitu:
1.
Kurikulum
adalah sebuah gagasan atau ide,
2. Kurikulum
adalah sebuah perencanaan tertulis yang merupakan perwujudan dari dimensi yang
pertama,
3.
Kurikulum
adalah sebuah aktivitas, realita, atau penerapan kurikulum, yang merupakan
pelaksanaan dari dimensi kedua,
4.
Kurikulum
adalah hasil konsekuensi dari dimensi yang ketiga.
Selain itu terdapat 3 dimensi dari kurikulum
menurut Sukmadianata yaitu kurikulum sebagai system, kurikulum sebagai ilmu,
dan kurikulum sebgai rencana. (Pratiwi Bernadetta Purba, dkk, 2021 : 6)
Kurikulum juga berarti “circle of
instruction” yaitu suatu lingkaran pembelajaran dimana guru dan peserta
didik terlibat didalamnya. Ada juga yang mengatakan kurikulum ialah arena
pertandingan, tempat pelajar bertanding menguasai pelajaran untuk menca[ai
garis enamat yang berupa ijazah atau
gelar kesarjanaan. (Lismina, 2019: 4)
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tentang kurikulum, maka dapat disimpulkan
bahwa kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan Lembaga Pendidikan
untuk peserta didiknya, yang mencakup metode belajar mengajar, program pendidikan, evaluasi pendidikan, perubahan pengajar, bimbingan dan konseling,
supervise, administrasi serta hal-hal struktural lainnya.
Ada beberapa fungsi kurikulum dilihat dari
berbagai sudut pandang subjeknya, yaitu antara lain:
1.
Fungsi
kurikulum bagi guru. Fungsi kurikulum bagi guru terdiri dari 2, yaitu:
1)
Menjadi
acuan kerja dalam mengasosiasikan, menyusun pengalaman belajar untuk siswa.
2)
Sebagai
acuan kerja dalam menyusun kegiatan belajar mengajar.
2. Fungsi
kurikulum bagi anak. Kurikulum merupakan organisasi belajar yang disusun dan
dipersiapkan bagi siswa untuk Pendidikan mereka.
3.
Fungsi
kurikulum bagi orang tua siswa. Orang tua bisa mengupayakan kemajuan anaknya.
4. Fungsi
kurikulum bagi kepala sekolah pada tingkat diatasnya, yaitu mempersipkan guru
dan memelihara keseimbangan proses pendidikan.
5. Fungai
kurikulum bagi masyarakat dan organisasi, lembaga atau perusahaan yang memakai
lulusan sekolah, yaitu pemakai kelulusan turut membantu kelancaran dalam
melaksanakan program Pendidikan dimana kerja sama antara pihak orang tua,
sekolah dan masyarakat sangat dibutuhkan.
6.
Fungsi
kurikulum bagi pembina sekolah dan kepala sekolah, yaitu:
1)
Menjadi
acuan melaksanakan fungsi supervisi dalam memperbaiki situasi belajar.
2)
Menjadi
acuan dalam pengembangan kurikulum selanjutnya.
3) Menjadi
acuan dalam melaksanakan fungsi supervisi
dalam menciptakan situasi yang dapat menunjang situasi belajar anak
menjadi lebih baik.
4)
Menjadi
acuan dalam melaksanakan fungsi supervise dalam membantu guru agar situasi
belajar dapat lebih baik.
5) Menjadi acuan dalam mengevaluasi kemajuan proses belajar mengajar.
(Pratiwi Bernadetta Purba, dkk, 2021 : 7-8)
Ada 4 fondasi atau landasan utama kurikulum,
yaitu:
1.
Landasan
filosofis
Membicarakan dasar-dasar filosofis kurikulum yang mencakup hakikat ilmu
pengetahuan, epistemologi yang adalah bagian penting risalah ini, karena ilmu
pengetahuan adalah menu pokok atau the meat of curriculum (daging
kurikulum) pada semua tingkat satuan pendidikan.
2.
Landasan
Historis
Menguraikan perkembangan kurikulum sejak era pra-literasi sampai abad
ke-20. Landasan ini menguraikan sejarah perkembangan kurikulum yang berpengaruh
pada perkembangan kurikulum hari ini dan masa depan.
3.
Landasan
Sosiologis
Menyangkut hakikat masyarakat, terutama saling kaitan antara masyarakat,
sekolah dan kurikulum, serta bagaimana saling kaitan tersebut membantu
pengambilan keputusan tentang kurikulum dan pembelajaran.
4.
Landasan
Psikologis dan Teori Belajar
Mendiskusikan tentang hakikat anak manusia sebagai peserta didik yang
merupakan stakeholders utama kurikulum. Psikologi terkait pengetahuan bagaimana
orang belajar, berkontribusi pada desain kurikulum dan system penyampaiannya pada anak, karena
kurikulum dirancang, dikembangkan, dan ditujukan bagi kepentingan Pendidikan
anak manusia. Teori belajar memuat hakikat belajat yang mendasari pelaksanaan
kurikulum disekolah untuk membelajarkan siswa. Teori belajar memberi
pengetahuan tentang bagaimana manusia belajar, faktor psikologis apa yang
membantu kelancaran orang belajar dan
faktor apa yang menjadi penghambat orang belajar.
(Mohamad Ansyar, 2017: 58)
Sumber Bacaan:
Lismina. Pengembangan
Kurikulum di Sekolah dan Perguruan Tinggi. (Jawa Timur: Uwais Inspirasi
Indonesia). 2019
Mohamad
Ansyar. Kurikulum Hakikat, Fondasi, Desain & Pengembangan. (Jakarta:
Kencana). 2017
Pratiwi
Bernadetta Purba, dkk. Kurikulum dan Pembelajaran. (Medan: Yayasan kita
menulis). 2021
Sekian tulisan yang dapat saya sampaikan. Mohon
maaf jika terdapat kesalahan dan kekeliruan kata. Terimakasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar