Apa itu Kurikulum?

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Perkenalkan saya Nurul Maharani, NIM : 11811052, dari program studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Pontianak. Pada kali ini saya akan menuliskan hasil dari bacaan saya dari beberapa sumber guna memenuhi tugas mata kuliah Magang 2 yang diampu oleh Ibu Farninda Aditya, M.Pd.

Adapun pembahasan saya pada kali ini yaitu mengenai Kurikulum. Apa itu kurikulum? Kurikulum adalah alat yang digunakan untuk menggapai tujuan pendidikan dan sebagai acuan didalam pelaksanaan pendidikan. Kurikulum merupakan jantung dari Pendidikan. Kesuksesan pendidikan banyak terletak pada keberhasilan kurikulum, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan penilaiannya. Maka, untuk menjamin kesuksesan kurikulum perlu adanya pengelolaan yang tepat dan sistematis. (Lismina, 2019: 1)

Mengenai definisi kurikulum, kurikulum memiliki banyak pengertian yang dikemukakan oleh para ahli pengembangan kurikulum sejak dulu hingga sekarang ini. Pengertian tersebut berbeda-beda sesuai dengan pola pikir dan pandangan para ahli tersebut, yang selanjutnya akan kita bahas lebih rinci lagi mengenai definisi kurikulum.

Dilihat dari  segi bahasa, kurikulum berasal dari bahasa Latin yakni dari kata Curriculae, artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Pada masa itu, pengertian kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh peserta didik yang bertujuan untuk mendapatkan ijazah. Ketika sudah menempuh suatu kurikulum, peserta didik dapat memperoleh suatu ijazah atau bukti bahwa peserta didik tersebut menempuh kurikulum yang berupa rencana pelajaran, seperti seorang pelari yang telah menempuh suatu jarak dari satu tempat ketempat lainnya dan mencapai finish. Dengan istilah lainnya yaitu kurikulum dianggap sebagai jembatan untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan serta ditandai dengan perolehan suatu ijazah tertentu. (Lismina, 2019: 2)

Di Indonesia istilah kurikulum baru saja popular sejak tahun lima puluhan. Sekarang istilah kurikulum telah dikenal orang diluar dunia pendidikan. Sebelumnya yang lazim adalah “rencana pelajaran”. Namun pada dasarnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran.

Adapun dari segi istilah, didalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 ayat 19 (UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas  pasal 1 ayat 9) dikatakan bahwa kurikululum ialah seperangkat renccana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan tertentu. Kurikulum merupakan program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan (sekolah) bagi siswa. Dan berdasarkan program pendidikan tersebut peserta didik malakukan berbagai kegiatan belajar yang dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan peserta didik  sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. (Lismina, 2019: 2-3)

Menurut para ahli diantaranya L. Thomas Hopkins mendifinisikan kurikulum adalah rencana yang disusun oleh semua orang yang sangat peduli dengan anak-anak selama mereka disekolah. Kurikulum harus sefleksibel kehidupan. Kurikulum mewakili pembelajaran yang diterima, dipilih dan digabungkan oleh setiap anak kedirinya sendiri dalam bertindak.

Menurut Hilda Taba, kurikulum adalah rencana untuk belajar, oleh karena itu, apa yang diketahui tentang proses pembelajaran dan perkembangan individu telah mempengaruhi pembentukan kurikulum. (Pratiwi Bernadetta Purba, dkk, 2021 :2-3)

Sedangkan menurut Langgulung, kurikulum adalah sejumlah pengalaman Pendidikan, kebuadayaan, sosial, olahraga dan kesenian yang disediakan oleh sekolah untuk peseta didik didalam dan diluar sekolah  dengan maksud dapat menolongnya supaya dapat berkembang menyeluruh dalam segala segi dan merubah tingkah laku mereka kearah tujuan pendidikan. (Lismina, 2019: 5)

Hasan, mengelompokkan definisi kurikulum menjadi empat dimensi, yaitu:

1.      Kurikulum adalah sebuah gagasan atau ide,

2.  Kurikulum adalah sebuah perencanaan tertulis yang merupakan perwujudan dari dimensi yang pertama,

3.   Kurikulum adalah sebuah aktivitas, realita, atau penerapan kurikulum, yang merupakan pelaksanaan dari dimensi kedua,

4.      Kurikulum adalah hasil konsekuensi dari dimensi yang ketiga.

Selain itu terdapat 3 dimensi dari kurikulum menurut Sukmadianata yaitu kurikulum sebagai system, kurikulum sebagai ilmu, dan kurikulum sebgai rencana. (Pratiwi Bernadetta Purba, dkk, 2021 : 6)

Kurikulum juga berarti “circle of instruction” yaitu suatu lingkaran pembelajaran dimana guru dan peserta didik terlibat didalamnya. Ada juga yang mengatakan kurikulum ialah arena pertandingan, tempat pelajar bertanding menguasai pelajaran untuk menca[ai garis enamat yang berupa ijazah  atau gelar kesarjanaan. (Lismina, 2019: 4)

Berdasarkan beberapa pendapat  para ahli tentang kurikulum, maka dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan Lembaga Pendidikan untuk peserta didiknya, yang mencakup metode belajar mengajar, program pendidikan, evaluasi pendidikan, perubahan pengajar, bimbingan dan konseling, supervise, administrasi serta hal-hal struktural lainnya.

Ada beberapa fungsi kurikulum dilihat dari berbagai sudut pandang subjeknya, yaitu antara lain:

1.      Fungsi kurikulum bagi guru. Fungsi kurikulum bagi guru terdiri dari 2, yaitu:

a.       Menjadi acuan kerja dalam mengasosiasikan, menyusun pengalaman belajar untuk siswa.

b.      Sebagai acuan kerja dalam menyusun kegiatan belajar mengajar.

2. Fungsi kurikulum bagi anak. Kurikulum merupakan organisasi belajar yang disusun dan dipersiapkan bagi siswa untuk Pendidikan mereka.

3.      Fungsi kurikulum bagi orang tua siswa. Orang tua bisa mengupayakan kemajuan anaknya.

4.  Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah pada tingkat diatasnya, yaitu mempersipkan guru dan memelihara keseimbangan proses pendidikan.

5.      Fungai kurikulum bagi masyarakat dan organisasi, lembaga atau perusahaan yang memakai lulusan sekolah, yaitu pemakai kelulusan turut membantu kelancaran dalam melaksanakan program Pendidikan dimana kerja sama antara pihak orang tua, sekolah dan masyarakat sangat dibutuhkan.

6.      Fungsi kurikulum bagi pembina sekolah dan kepala sekolah, yaitu:

a.       Menjadi acuan melaksanakan fungsi supervisi dalam memperbaiki situasi belajar.

b.       Menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum selanjutnya.

c.   Menjadi acuan dalam melaksanakan fungsi supervisi  dalam menciptakan situasi yang dapat menunjang situasi belajar anak menjadi lebih baik.

d.    Menjadi acuan dalam melaksanakan fungsi supervise dalam membantu guru agar situasi belajar dapat lebih baik.

e.       Menjadi acuan dalam mengevaluasi kemajuan proses belajar mengajar.

(Pratiwi Bernadetta Purba, dkk, 2021 : 7-8)

Ada 4 fondasi atau landasan utama kurikulum, yaitu:

1.     Landasan filosofis

Membicarakan dasar-dasar filosofis kurikulum yang mencakup hakikat ilmu pengetahuan, epistemologi yang adalah bagian penting risalah ini, karena ilmu pengetahuan adalah menu pokok atau the meat of curriculum (daging kurikulum) pada semua tingkat satuan Pendidikan.

2.     Landasan Historis

Menguraikan perkembangan kurikulum sejak era pra-literasi sampai abad ke-20. Landasan ini menguraikan sejarah perkembangan kurikulum yang berpengaruh pada perkembangan kurikulum hari ini dan masa depan.

3.     Landasan Sosiologis

Menyangkut hakikat masyarakat, terutama saling kaitan antara masyarakat, sekolah dan kurikulum, serta bagaimana saling kaitan tersebut membantu pengambilan keputusan tentang kurikulum dan pembelajaran.

4.     Landasan Psikologis dan Teori Belajar

Mendiskusikan tentang hakikat anak manusia sebagai peserta didik yang merupakan stakeholders utama kurikulum. Psikologi terkait pengetahuan bagaimana orang belajar, berkontribusi pada desain kurikulum  dan system penyampaiannya pada anak, karena kurikulum dirancang, dikembangkan, dan ditujukan bagi kepentingan Pendidikan anak manusia. Teori belajar memuat hakikat belajat yang mendasari pelaksanaan kurikulum disekolah untuk membelajarkan siswa. Teori belajar memberi pengetahuan tentang bagaimana manusia belajar, faktor psikologis apa yang membantu kelancaran orang belajar  dan faktor apa yang menjadi penghambat orang belajar.

(Mohamad Ansyar, 2017: 58)

 

Sumber Bacaan:

Lismina. Pengembangan Kurikulum di Sekolah dan Perguruan Tinggi. (Jawa Timur: Uwais Inspirasi Indonesia). 2019

Mohamad Ansyar. Kurikulum Hakikat, Fondasi, Desain & Pengembangan. (Jakarta: Kencana). 2017

Pratiwi Bernadetta Purba, dkk. Kurikulum dan Pembelajaran. (Medan: Yayasan kita menulis). 2021

 

Sekian tulisan yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekeliruan kata. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Komentar