Perangkat Pembelajaran
Assalamu’alaikum Wahmatullahi
Wabarakatuh.
Saya Nurul Maharani, NIM:
11811052. Pada kesempatan kali ini akan menyampaikan sedikit tulisan dari
beberapa referensi yang saya baca guna memenuhi tugas mata kuliah Magang 2,
yang di ampun oleh Ibu Farninda Aditya, M.Pd. Dan yang akan kita bahas pada
kali ini mengenai “ Perangkat Pembelajaran”. Ada yang tau apa itu perangkat
pembelajaran? jika belum, mari disimak penjelasannya.
Pelaksanaan pembelajaran erat
kaitannya dengan komponen-komponen pembelajaran, yang diantaranya kurikulum
pembelajaran, tujuan pembelajaran, guru, siswa, materi atau bahan ajar, metode
pembelajaran, media pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Selain komponen-komponen
tersebut, terdapat satu komponen terdapat komponen lainnya yang terintegrasi
dengan keseluruhan komponen pembelajaran tersebut, yakni perangkat
pembelajaran. Perangkat pembelajaran merupakan bagian terpenting sebagai proses
pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Nah disinilah peran guru sebagai
salah satu pemeran utama dalam proses pembeljaran, guru tentunya memerlukan perangkat
pembelajaran yang telah dikembangkan sedemikian rupa sesuai dengan kurikulum
pembelajaran serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Bisa dianalogikan bahwa perangkat
pembelajaran itu adalah sebagai senjata pamungkas guru dalam mengkreasikan atau
menciptakan pembelajaran yang inovatif, keratif, menarik dan menyenangkan bagi
siswa karena siswa disinilah sebagai objek pembelajar. Kemudian perangkat
pemelajaran ini seyogyanya didesain dan dikembangkan sendiri oleh guru. Mengapa
demikian? Hal ini disebabkan karena gurulah satu-satunya sosok yang mengetahui
betul seluk-beluk kondisi siswanya dan lingkungan belajar. Serta guru juga
mengerti bagaimana kondisi pra-pembelajaran dan pasca-pembelajaran. Dengan demikian
hal ini menjadi penting karena akan berakibat pada sukses atau tidaknya capaian
pembelajaran yang diharapkan.
Perangkat pembelajaran terdiri
dari beberapa jenis, diantaranya silabus pembelajaran, Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), Buku Siswa
(BS), dan Buku Pegangan Guru (BPG). Adapun perangkat pembelajaran ini disusun
sesuai dengan kurikulum Pendidikan yang berlaku. Dimana seperti yang kita
ketahui bahwa Pendidikan di Indonesia saat ini menerapkan atau menggunakan
kurikulum 2013 sebagai Kurikulum Pendidikan Nasional. Oleh sebab itu, guru
seyogyanya mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kaidah dan
teknis tang tertera dalam Kurikulum 2013. Mengapa harus disesuaikan dengan
kurikulum? Nah penyebabnya ialah karena Kurikulum Pendidikan kerap berganti dan
seiring bergantinya kurikulum otomatis indikator pembelajaran juga ikut
berganti. Begitu pula sistematika penyususnan perangkat pembelajaran. Pemahaman
akan pengembangan perangkat pembelajaran merupakan salah satu kompetensi yang
harus dimiliki guru. Disini guru tidak hanya sebagai pengajar, namun juga
sebagai seorang perancang atau desainer pembelajaran. Gurulah yang
mengkreasikan pembelajaran dengan tujuan agar siswa memperoleh pembelajaran
yang bermakna dan memberikan perubahan yang berarti, tidak hanya sevara
pengetahuan, tetapi juga dari sikap (karakter dan tingkah laku) maupun
keterampilan diri.
Itulah sedikit pengantar yang dapat saya paparkan, selanjutnya pada pembahasan kali ini akan dijabarkan secara rinci terkait definisi perangkat pembelajaran, kemudian apa saja jenis-jenis perangkat pembelajaran. Dengan adanya pembahasan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman dasar bagi para pembaca, terutama bagi guru atau pun calon guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, serta menggunakannya pada proses pembelajaran di dalam kelas. Sebelum kita membahas mengenai jenis-jenis perangkat pembelajaran, pastinya perlu kita ketahui dulu apa pengertian dari perangkat pembelajaran itu sendiri. Yuk kita bahas.
Perangkat pembelajaran terdiri
dari dua kata yakni perangkat dan pembelajaran. Jika kita jabarkan pengertian
per kata, maka sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perangkat
dapat diartikan sebagai perlengkapan, dan pembelajaran diartikan sebagai
proses, cara perbuatan menjadi belajar. Sehingga, jika diajabarkan makana dari
perangkat pembelajaran secara menyeluruh sesuai dengan Kamus Bahasa Indonesia
adalah perlengkapan yang digunakan dalam proses belajar.
Berdasarkan hal tersebut,
perangkat pembelajaran dapat pula diartikan sebagai suatu perencanaan
pembelajaran yang membantu guru dalam menyampaikan proses mencari pengetahuan
kepada siswa. Menururt Borich menambahkan bahwa perencanaan adallah sebuah
proses yang sistematis yang digunakan dalam memutuskan apa dan bagaimana siswa
harus belajar. Kemudian ada menuut Hamzah dan Muhlisrarini menambahkan bahwa
perencanaan dalam rogram pembelajaran digunakan sebagai acuan kepada siswa
dalam posisi membantu terlaksananya proses pembelajaran secara efektif dan
efisisen.
Dilihat dari sudut pandang ahli,
perangkat pembelajaran merupakan sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan
siswa dan guru dalam melakukan kegiatan belajar. Hamalik menambahkan bahwa
perangkat pembelajaran adalah kompetensi yang menunjuk pada perbuatan yang
bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam proses belajar. Perangkat
pembelajaran juga dapat diartikan sebagai alat atau perlengkapan untuk
melaksanakan proses yang memungkinkan guru dan siswa melakukan kegiatan
pembelajaran serta menjadi pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran
baik di dalam kelas, laboratorium maupun di luar kelas.
Berdasarkan penjabaran dari
pengertian perangkat pembelajaran diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perangkat
pembelajaran merupakan komponen penting dalam perancaan pelaksanaan
pembelajaran dan digunakan sebagai panduan baik bagi guru maupun siswa dalam
melakukan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan atauran kurikulum Pendidikan yang
berlaku.
Perangkat pembelajaran terbagi
menjadi 2, yakni perangkat pembelajaran yang dikembangkan sendiri oleh guru
(Silabus Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Program Tahunan, dan
Program Semesteran), dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Buku Pegangan Guru dan Buku Siswa). Mengapa
guru juga ikut serta dalam mengembangkan perangkat pembelajaran? Mengaapa
perangkat pembelajaran tidak dikembangkan saja secara keseluruhan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan? Hal ini dikarenaka gurulah yang mengetahui bagaimana
pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan, capaian pembelajaran yang sesuai
dengan kurikulum dan sesuai dengan kemampuan siswa, serta kondisi dan situasi
lingkungan belajar. Hal ini juga siperkuat dengan Peraturan Pemerintah No. 19
Tahun 2005 yang berkaiatan dengan standar nasional Pendidikan menyatakan bahwa
guru diharapkan dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran.
Penjabaran diatas dipertegas Kembali
melalui Permendiknas No.41 Tahun 2007 tentang standar proses. Untuk memenuhi
standar proses tersebut, maka pembelajaran harus direncanakan, dinilai dan
diawasi dengan seksama. Berdasarkan penjabaran tersebut, para guru harus
meningkatkan kompetensinya dalam Menyusun dan mengembangkan perangkat
pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
Selanjutnya mengenai
jenis-jenis perangkat pembelajaran, seperti yang kita bahas sebelumnya bahawa
perangkat pembelajaran dikembangkan sendiri oleh guru sesuai mata pelajaran
yang diampu, serta digunakan baik oleh guru tersebut maupun oleh siswa. Mengapa
siswa juga menggunakan perangkat pembelajaran? Karena siswa juga berhak
mengetahui materi ajar apa yang akan diberikan kepada mereka, serta capaian
pembelajaran apa yang akan dicapai oleh siswa tersebut sebagai bagian dari
peningkatan kualitas Pendidikan dalam skala nasional. Pengembangan perangkat
pembelajaran ini mengacu pada kurikulum Pendidikan nasional yang berlaku saat
ini, sehingga tidak bisa digeneralisasikan untuk digunakan dalam Kurikulum Pendidikan
Nasional yang sebelumnya. Perangkat pembelajaran terdiri dari Silabus
Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Program Tahunan (Prota),
Program Semester (Prosem), Buku Pegangan Guru (BPG), dan Buku Siswa (BS).
Sekian tulisan
yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekeliruan. Terima
Kasih.
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar