BAHAN AJAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo semuanya, kembali lagi bersama saya Nurul Maharani, mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam, IAIN Pontianak. Seperti  blog-blog saya sebelumnya, disini saya akan menyampaikan tulisan saya dari beberapa referensi yang saya baca, guna pemenuhan tugas mata kuliah Magang 2 yang diampu oleh Ibu Farninda Aditya,M.Pd.

Pada kali ini yang akan saya bahas pada tulisan ini yaitu mengenai salah satu perangkat pembelajaran yaitu mengenai Bahan Ajar. Ada yang sudah paham apa itu bahan ajar? Kalo belum yuk kita bahas.

Kita mulai dari definisi, apa itu bahan ajar? Ada beberapa definisi mengenai bahan ajar. Bahan ajar adalah seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pada dasarnya berisi tentang pengetahuan, nilai, sikap, tindakan, dan ketrampilan yang berisi pesan, informasi, dan ilustrasi berupa fakta, konsep, prinsip, dan proses yang terkait dengan pokok bahasa tertentu yang diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Depdiknas mendefinisikan “bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara umum yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dipelajari siswa untuk mencapai standar kompetensi yang ditentukan”.

Menurut Prastowo, bahan ajar pada dasarnya adalah semua bahan (baik informasi maupun alat dan teks) yang disusun secara sistematis dan menunjukkan ilustrasi lengkap keterampilan yang dipelajari oleh siswa dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan pembelajaran untuk merencanakan dan mempelajari implementasi pembelajaran.

Secara umum, pemahaman bahan ajar terdiri dari sejumlah topik yang dapat membantu mencapai tujuan kurikulum yang ditetapkan dan utuh untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman untuk memfasilitasi pembelajaran siswa dan untuk mengajar guru.

Masalah penting yang sering dihadapi guru ketika belajar adalah memilih bahan ajar yang tepat untuk membantu siswa mencapai keterampilan yang mereka inginkan. Ini karena kurikulum atau kurikulum dan bahan ajar hanya ditulis dalam garis besar.

Sehingga untuk menjabarkanya secara mendetail adalah tugas seorang guru. Dan pada titik ini, guru kadang-kadang mengalami kesulitan menciptakan atau mendapatkan bahan ajar yang tepat. Tentu saja, seorang guru harus mengetahui definisi bahan ajar sebelum membuat bahan ajar.

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas. Materi yang dipermasalahkan dapat ditulis atau tidak tertulis. Jenis materi pendidikan, seperti materi cetak, termasuk buku dan modul, materi pendidikan audio, materi pendidikan audiovisual, dan materi pendidikan interaktif multimedia.

Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar berfungsi sebagai:

1.      Pedoman bagi pengajar yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran.

2.      Pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran.

3.      Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.

Bahan ajar disusun dengan tujuan untuk :

1.      Penyediaan bahan ajar yang memenuhi persyaratan kurikulum dan memperhitungkan kebutuhan siswa, khususnya bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan keadaan atau lingkungan sosial siswa.

2.      Membantu siswa menerima bahan ajar alternatif, selain buku pelajaran yang terkadang sulit diperoleh.

3.      Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Bentuk Bahan Ajar

1.      Bahan ajar cetak (printed), yaitu serangkaian bahan berbasis kertas yang dapat digunakan untuk belajar atau memberikan informasi. Contoh: selebaran, buku, formulir, lembar kerja untuk siswa, brosur, mural, foto / gambar, sampel.

2.      Bahan ajar dengar (audio) atau program audio khususnya semua sistem yang secara langsung menggunakan sinyal radio yang dapat diputar atau didengarkan oleh seseorang atau sekelompok orang. Contoh: kaset, radio, rekaman, dan CD.

3.      Bahan ajar pandang dengar (audio visual), yaitu segala sesuatu yang memungkinkan kombinasi sinyal audio dengan gambar bergerak berurutan. Contoh: video, CD, dan film.

4.      Bahan ajar interaktif (interactive teaching materials), khususnya kombinasi dari dua atau lebih media (audio, teks, grafik, gambar, animasi dan video) oleh pengguna yang dimanipulasi atau diproses untuk membuat pesanan dan atau perilaku alami pengguna presentasi kontrol. Contoh: CD interaktif.

Cara Kerja Bahan Ajar

1.      Bahan ajar yang tidak diproyeksikan. Bahan ajar ini adalah bahan ajar yang tidak membutuhkan proyektor untuk memproyeksikan konten. Dengan cara ini, siswa dapat langsung membaca, menonton, dan mengamati materi pengajaran. Contoh: foto, diagram, tampilan, model, dll.

2.      Bahan ajar yang diproyeksikan. Materi kelas yang diproyeksikan adalah materi kelas yang mengharuskan siswa untuk menggunakan atau mempelajari proyektor. Contoh: slide, strip film, transparansi lingkungan (OHP) dan proyeksi komputer.

3.      Bahan ajar audio. Bahan ajar audio adalah bahan ajar dalam bentuk sinyal audio yang direkam pada media perekaman. Untuk menggunakannya kita membutuhkan pemutar media rekaman seperti tape kompo, CD, VCD, pemutar media dan sebagainya. Contoh: kaset, CD, flash disk dan sebagainya.

4.      Bahan ajar video. Materi pembelajaran ini membutuhkan pemutar yang biasanya dalam bentuk pemutar kaset video, VCD, DVD, dll. Karena materi pengajaran ini hampir mirip dengan materi pengajaran audio, media perekaman diperlukan. Perbedaan bahan ajar ini bisa dilihat di foto. Dengan cara ini, gambar dan suara dapat diperoleh dari tampilan secara bersamaan. Contoh: video, film, dll.

5.      Bahan (media) komputer. Materi pembelajaran komputer adalah berbagai jenis materi pembelajaran kosong yang membutuhkan komputer untuk menampilkan sesuatu untuk dipelajari. Contoh: Pendidikan Berbasis Komputer (CMI) dan Multimedia Berbasis Komputer atau Hypermedia.

Sifat Bahan Ajar

1.      Bahan ajar berbasiskan cetak. Kategori bahan ajar ini termasuk buku, brosur, panduan siswa, bahan ajar, buku pedoman siswa, peta, diagram, foto, bahan majalah atau koran, dan sebagainya.

2.      Bahan ajar berbasiskan teknologi. Kategori bahan ajar ini mencakup kaset audio, program radio, slide, strip film, film, video, program televisi, video interaktif, tutorial berbasis komputer, dan konten multimedia.

3.      Bahan ajar yang digunakan untuk praktik atau proyek. Contoh: peralatan ilmiah, lembar observasi, lembar wawancara, dll.

4.      Bahan ajar yang dibutuhkan untuk interaksi dengan manusia (terutama pembelajaran jarak jauh). Contoh: telepon, telepon seluler, konferensi video dan sebagainya.

 

Dan yang terakhir mengenai manfaat dari bahan ajar, antara lain:

1.      Manfaat bagi guru

a.       Diperoleh Bahan Ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik,

b.      Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh,

c.       Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi,

d.      Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis Bahan Ajar,

e.       Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya.

f.        Menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.

2.      Manfaat bagi Peserta Didik

a.       Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.

b.      Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru.

c.       Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya

3.      Manfaat bahan ajar dalam pembelajaran individual dan kelompokan

Metode pembelajaran individual lebih menekankan pada aktivitas siswa dibanding guru, sehingga siswa dapat memahami dan menguasai materi secara mandiri.  Metode ini dirancang sesuai dengan kebutuhan siswa secara individual dengan berbagai macam ragam  dan perbedaan dalam kecepatan pembelajaran. Manfaatnya lebih bersifat sebagai bahan utama dan sangat menentukan dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan bahan ajar individual atau mandiri ini hanya berisi informasi dan pengetahuan tentang materi- materi yang harus dipelajari dan dikuasai siswa, lebih dari itu harus tersusun dengan baik sehingga mampu mengontrol dan mengawasi kegiatan belajar siswa.

Sedangkan manfaat bahan ajar dalam pembelajaran kelompok adalah sebagai bahan pendukung atau suplemen dari bahan belajar utama dan seharusnya dirancang dan disusun sedemikian rupa sehingga mampu menumbuhkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode pembelajaran kelompok diletakkan pada pendekatan dan teknik yang dirancang khusus dan bahan belajarnya. Sehingga minim sekali membutuhkan bahan ajar dalam bentuk tertulis.

Mungkin hanya ini tulisan yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekeliruan. Nantikan terus blog-blog saya selanjutnya. See you next time. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Identitas Penulis:

Nama                            : Nurul Maharani

NIM                              : 11811052

Kelas/Semester             : PAI B/VI

 

 

 

 

 

Komentar