MEDIA PEMBELAJARAN
Halo semuanya, kembali lagi bersama saya
Nurul Maharani, mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam, IAIN Pontianak.
Seperti blog-blog saya sebelumnya,
disini saya akan menyampaikan tulisan saya dari beberapa referensi yang saya
baca, guna pemenuhan tugas mata kuliah Magang 2 yang diampu oleh Ibu Farninda
Aditya,M.Pd.
Pada kali ini yang akan saya bahas pada
tulisan ini yaitu mengenai salah satu perangkat pembelajaran yaitu mengenai
Media Pembelajaran. Ada yang sudah tau apa itu media pembelajaran? Kalo belum
yuk kita bahas.
Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius
yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Secara lebih
khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan
sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. AECT (Association
of Education and Communication Technology) memberi batasan tentang media
sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau
informasi. Disamping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering
diganti dengan kata mediator, dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi
atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama
dalam proses belajar, yaitu siswa dan isi pelajaran. Ringkasnya, media adalah
alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran.
Pengertian media pembelajaran adalah paduan
antara bahan dan alat atau perpaduan antara software dan hardware.
Media pembelajaran bisa dipahami sebagai media yang digunakan dalam proses dan
tujuan pembelajaran. Pada hakikatnya proses pembelajaran juga merupakan
komunikasi, maka media pembelajaran bisa dipahami sebagai media komunikasi yang
digunakan dalam proses komunikasi tersebut, media pembelajaran memiliki peranan
penting sebagai sarana untuk menyalurkan pesan pembelajaran.
Menurut Anderson media dapat dibagai dalam
dua kategori, yaitu alat bantu pembelajaran (instructional aids) dan
media pembelajaran (instructional media). Alat bantu pembelajaran atau
alat untuk membantu guru (pendidik) dalam memperjelas materi (pesan) yang akan
disampaikan. Oleh karena itu alat bantu pembelajaran disebut juga alat bantu
mengajar (teaching aids). Misalnya OHP/OHT, film bingkai (slide) foto,
peta, poster, grafik, flip chart, model benda sebenarnya dan sampai kepada
lingkungan belajar yang dimanfaatkan untuk memperjelas materi pembelajaran.
Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Hamalik mengemukakan bahwa pemakaian media
pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan
minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan
membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media
pembelajaran pada orientasi pembelajaran akan sangat membantu keaktifan proses
pembelajaran dan menyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain
membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu
siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya.
Maksudnya : bahwasanya media pembelajaran paling besar pengaruhnya bagi indera
dan lebih dapat menjamin pemahaman, orang yang mendengarkan saja tidaklah sama
tingkat pemahamannya dan lamanya bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan
dengan mereka yang melihat, atau melihat dan mendengarkannya. Selanjutnya
menjelaskan betapa pentingnya media pemebelajaran karena media pemebelajaran
membawa dan membangkitkan rasa senang dan gembira bagi murid-murid dan
memperbaharui semangat mereka, membantu memantapkan pengetahuan pada benak para
siswa serta menghidupkan pelajaran.
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai mengemukakan
manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa yaitu:
1.
Pembelajaran
akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2.
Bahan
pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa
sehingga memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran.
3.
Metode
mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui
penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak
kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar pada setiap jam pelajaran.
4.
Siswa
dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan
uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan
mendemonstrasikan, memamerkan, dll.
Beberapa
manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar
mengajar sebagai berikut:
1.
Media
pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar
dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2.
Media
pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat
menimbulkan motivasi belajar, interaksi lebih langsung antara siswa dan
lingkungannya.
3.
Media
pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.
a.
Objek
atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung di ruang kelas dapat
diganti dengan gambar, foto, slide, realita, film, radio, atau model.
b.
Objek
atau benda yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan
dengan bantuan mikroskop, film, slide, atau gambar.
c.
Kejadian
langka yang terjadi di masa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat
ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, slide, disamping secara verbal.
d.
Objek
atau proses yang amat rumit seperti peredaran darah dapat dapat ditampilkan
secara konkret melalui film, gambar, slide, atau simulasi komputer.
e.
Kejadian
atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti
komputer, film, dan video.
f.
Peristiwa
alam seperti terjadinya letusan gunung berapi atau proses yang dalam kenyataan
memakan waktu lama seperti proses kepompong menjadi kupu-kupu dapat disajikan
dengan teknik-teknik rekaman seperti time lapse untuk film, video, slide, atau
simulasi komputer.
4.
Media
pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang
peristiwa-peristiwa lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi
langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya.
Macam-macam Media Pembelajaran
Media
pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Beberapa media yang paling akrab
dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku) dan papan
tulis. Selain itu, banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain
seperti gambar, model, overhead projektor (OHP) dan obyek obyek nyata.
Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai), serta
program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah
tidak asing lagi bagi sebagian besar guru. Meskipun demikian, sebagai seorang
guru alangkah baiknya Anda mengenal beberapa jenis media pembelajaran tersebut.
Hal ini dimaksudkan agar mendorong kita untuk mengadakan dan memanfaatkan media
tersebut dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Ada
berbagai cara dan sudut pandang untuk menggolongkan jenis media. Rudy Bretz mengidentifikasi
jenis jenis media berdasarkan tiga unsur pokok yaitu: suara, visual dan gerak.
Berdasarkan tiga unsur tersebut, Bretz mengklasifikasikan media ke dalam
delapan kelompok, yaitu: 1) media audio, 2) media cetak, 3) media visual diam,
4) media visual gerak, 5) media audio semi gerak, 6) media semi gerak, 7) media
audio visual diam, 8) media audio visual gerak.
Beberapa
pengelompokkan media dapat dilihat sampai saat ini belum ada suatu
pengelompokkan media yang mencakup segala aspek, khususnya untuk keperluan
pembelajaran. Pengelompokkan yang ada, dilakukan atas bermacam-macam
kepentingan. Masih ada pengelompokkan yang dibuat oleh ahli lain, namun apapun
dasar yang digunakan dalam pengelompokan itu, tujuannya sama yaitu agar orang
lebih mudah mempelajarinya.
Sebagai
seorang guru, perlu mengikuti perkembangan teknologi khususnya yang berkaitan
dengan media pembelajaran. Sehingga paling tidak kita dapat lebih mengenalnya.
Beberapa jenis media tentu pernah kita gunakan, beberapa jenis yang lain
mungkin juga sudah kita kenal meskipun belum pernah menggunakannya dalam
pembelajaran. Jenis media mana yang akan kita gunakan, sangat tergantung pada
kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan.
Mungkin hanya ini tulisan yang dapat saya
sampaikan, mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekeliruan. Nantikan terus
blog-blog saya selanjutnya. See you next time. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Identitas Penulis:
Nama : Nurul Maharani
NIM : 11811052
Kelas/Semester : PAI B/VI
Komentar
Posting Komentar