Strategi Pembelajaran Efektif
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo semuanya, kembali lagi bersama saya
Nurul Maharani, mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam, IAIN Pontianak.
Seperti blog-blog saya sebelumnya,
disini saya akan menyampaikan tulisan saya dari beberapa referensi yang saya
baca, guna pemenuhan tugas mata kuliah Magang 2 yang diampu oleh Ibu Farninda
Aditya,M.Pd.
Pada kali ini yang akan saya bahas pada
tulisan ini yaitu mengenai Strategi Pembelajaran Efektif di Era New Normal,
yang tentunya ada keterkaitannya dengan salah satu perangkat dalam pembelajaran
yaitu mengenai Straegi Pembelajaran.
Pandemi
covid 19 menjadikan sistem pembelajaran harus mencari bentuk inovasi untuk
proses kegiatan belajar mengajar secara efektif. Inovasi
pembelajaran dibutuhkan untuk menjembatani adanya halangan pembelajaran secara
tatap muka menuju pembelajaran secara online. Pendidik harus mampu
menyusun strategi pembelajaran secara efektif di era new normal, hal ini sesuai
dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan mengarahkan agar semua kegiatan belajar mengajar
diadakan dari rumah dan harus menjaga jarak. Arahan tersebut menuntut pendidik
untuk menyusun dan membentuk inovasi pembelajaran yang efektif
sebagaimana pembelajaran secara tatap muka. Sebelum kita membahas mengenai
strategi Atau metode efektif yang dapat digunakan pada era new normal ini, kita
bahas sedikit terlebih dahulu mengenai definisi dari strategi pembelajaran.
Secara umum pengertian atau definisi strategi
pembelajaran adalah suatu usaha menggunakan strategi yang sistematis yang
dilakukan secara efektif untuk mendapatkan suatu prestasi dan juga keberhasilan
dalam kegiatan pembelajaran. Khususnya dalam dunia pendidikan, strategi ini
dapat diartikan sebagai suatu rancangan sekaligus metode dalam mencapai
tujuannya. Strategi pembelajaran adalah suatu rencana, yang didalamnya terdapat
rangkaian kegiatan yang dirancang secara khusus.
Kemudian terdapat berbagai macam pengertian strategi
pembelajaran sebagai mana dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya yang
dikemukakan oleh Dick dan Carey sebagaimana dikutip Etin Solihatin yang
menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah komponen umum dari suatu
rangkaian materi dan prosedur pembelajaran yang akan digunakan secara Bersama-sama
oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Terdapat 5 komponen strategi pembelajaran yang perlu
diperhatikan yakni kegiatan pembelajaran pendahuluan, penyampaian informasi,
partisipasi peserta didik, tes, dan kegiatan lanjutan. Sedangkan menurut Etin
Solihatin, strategi pembelajaran adalah pendekatan secara menyeluruh dalam
suatu sistem pembelajaran, yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk
mencapai tujuan umum pembelajaran, yang melukiskan prosedur yang sistematis
dalam membantu usaha belajar siswa, mengorganisasikan pengalaman belajar,
mengatur dan merencanakan bahan ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu prosedur pembelajaran
dalam membantu usaha belajar siswa, mengorganisasikan pengalaman belajar,
mengatur dan merencanakan bahan ajar, agar tercipta proses pembelajaran yang
lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Lalu bagaimanakah metode pembelajaran yang bisa digunakan oleh
pendidik dalam era new normal ini? Yuk kita bahas.
1. Pembelajaran dalam kelompok kecil,
Menurut Djamarah, pembelajaran
dalam kelompok kecil merupakan usaha untuk meningkatkan peranan anak didik
secara mandiri dalam melakukan proses pembelajaran, yaitu dengan mengurangi
perananan pendidik dalam proses interaksi edukatif. Dalam pelaksanaannya anak
didik akan akan membentuk kelompok belajar kecil dalam melakukan kegiatan
belajar mengajar. Kegiatan ini dikelompokkan dengan tiga cara yaitu : 1) dasar tugas-tugas
khusus, 2) dinamika proses kelompok diantara anak didik, dan 3) pembentukan
kelompok belajar yang telah dilakukan oleh pendidik yaitu kelompok kerja.
Kegiatan pembelajaran ini sebagai suatu proses pembelajaran dimana anak didik
dapat mengembangkan pengetahuannya dengan pengawasan pendidik untuk mencapai
tujuan berdasarkan kemampuan, pendekatan dan bahan pelajaran.
2. Pembelajaran secara home visit
Strategi
pembelajaran home visit adalah pendidik mengunjungi anak didik di rumah
dalam waktu tertentu. Adanya home visit ini berguna bagi anak didik
dalam proses pembelajaran. Pada era new normal, kegiatan ini dapat memberikan
motivasi kepada anak didik,serta Pendidik dapat melihat dan mengetahui secara
langsung kegiatan yang dilakukan oleh anak didik. Pelaksanaan home visit
semakin dibutuhkan guna mengetahui kesulitan yang dihadapi oleh anak didik
dalam proses belajar. Home visit ini dibimbing sesuai dengan
perkembangan sikap dan proses pembelajaran sesuai dengan tingkat dan situasi
psikologi anak didik, karena hal tersebut dapat mempengaruhi motivasi.
Pembelajaran
secara home visit dapat memberikan dampak yang baik pada anak didik
untuk keberhasilan pembelajaran. Adanya komunikasi dan kerjasama yang baik
antara pendidik dan keluarga untuk mengetahui hambatan dan kendala yang
dihadapi oleh anak didik. Diharapakan dengan adanya home visit anak didik lebih
giat dan termotivasi karena adanya perhatian oleh pendidik dan keluarga.
3. Pembelajaran secara project base
Pembelajaran yang
berpusat pada guru (teacher centered learning) dapat mengurangi tanggung
jawab anak didik pada proses belajar. Proses pembelajaran tersebut dapat
mengurangi kreatifitas anak didik. Hal ini dapat memberikan rasa bosan dan
jenuh karna proses pembelajaran hanya dilakukan satu arah. Pada masa new normal
seperti saat ini, model pembelajaran berbasis proyek (project Based learning
Model) dapat menjadi alternative. Dimana anak didik diberikan tugas untuk
membuat suatu project yang sesuai dengan mata pembelajaran yang terkait. Metode
pembelajaran ini tidak hanya melibatkan satu mata pembelajaran saja namun bisa
menghubungkan dengan mata pembelajaran yang lain.
4. Pembelajaran secara online (dalam jaringan)
Nah metode ini
banyak sekali digunakan sebagai saran kita dalam melaksanakan pembelajaran pada
saat ini. Metode ini bisa digunakan oleh pendidik dan anak didik dalam
memanfaatkan alat telekomunikasi dan menjalankannya dari rumah. Metode ini
mampu untuk melaksanakan proses pembelajaran secara online. Saat ini, proses
pembelajaran secara online (e-learning) harus dilakukan guna meningkatkan
standart mutu pendidikan.
Dalam penyampaian
pembelajaran dalam jangakauan luas, Rosenberg memiliki tiga kriteria yaitu 1)
mampu untuk memperbaharui, menyimpan, menyampaikan dan membagi materi ataupun
informasi, 2) pengiriman melalui jaringan sampai ke pengguna dengan menggunakan
computer atau alat telekomunikasisecara cepat; 3) urgensi teknologi informasi
dapat dioptimalkan untuk pendidikan.
Pelaksanaan
pembelajaran secara online dapat menggunakan aplikasi virtual meeting secara
online seperti zoom, google meet, whatup group dan lain sebagainya sehingga
metode ini aman bagi pendidik dan anak didik dan tujuan pembelajaran tercapai.
Kelemahan metode ini jika jaringan penyedia layanan telekomunikasi lambat atau
putus sehingga proses kegiatanbelajar mengajar menjadi terhambat.
5. Pembelajaran secara blended
Kemajuan teknologi
memberikan dampak perubahan pada proses pembelajaran, dalam hal ini metode
pembelajaran yang dilaksanakan secara klasikal (tatap muka secara langsung)
dapat dilalkukan dengan online. Kombinasi strategi pembelajaran belended
learning menggunakan dua pendekatan yaitu secara online dan tatap muka.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara fleksible,yaitu dapat dilakukan dimana saja
(everywhere) dan kapan saja (anytime). Menurut Heinze and
Procter, Blended learning yaitu percampuran atau kombinasi pembelajaran antara
tatap muka secara langsung dan online secara harmonis dan ideal.
Secara etimologi
istilah Blended Learning terdiri dari dua kata yaitu blended yang
berarti campuran learning yaitu pembelajaran. Dalam hal ini dapat diartikan
bahwa blended learning yaitu pola pecampuran dari berbagai pola lainnya
dalam pembelajaran. Blended Learning adalah pertemuan virtual antara
pendidik dan anak didikwalaupun keduanya tidak berada ditempat yang sama tetapi
dapat memberikan feedback, bertanya ataupun menjawab sesuai dengan real
time.
Strategi
Pembelajaran Blended Learning dapat diterapkan oleh pendidik dan anak
didik dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Metode ini selain meningkatkan
kemampuan kognitif juga motorik dan menjaga psikologi Pendidik dan peserta.
Kelemahan metode initidak bisa diterapkan jika sarana dan prasarana tidak
mendukung seperti akses internet yang lambat atau putus. Dalam hal ini sebagai
Pendidik harus mampu mendesain pembelajaran yang menarik.
Mungkin hanya ini tulisan yang dapat saya
sampaikan, mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekeliruan. Nantikan terus
blog-blog saya selanjutnya. See you next time. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Identitas Penulis:
Nama :
Nurul Maharani
NIM :
11811052
Kelas/Semester : PAI B/VI
.
Komentar
Posting Komentar